Langsung ke konten utama

Tips Menyiapkan Generasi Sehat dan Cerdas

1000 HPK yang perlu diperhatikan


Halo Moms, pastinya sudah nggak asing lagi ya dengan 1000 hari pertama kehidupan? Tapi, Moms sudah benar-benar paham belum tentang pentingnya menyiapkan generasi sehat di 1000 hari pertama? Dan tahap apa saja yang bisa dilakukan dalam menyiapkan 1000 hari pertama tersebut? Yuk Moms, kita pahami bersamašŸ˜Š.


Pemenuhan asupan gizi seimbang bahkan memberikan simulasi sesuai tahapan tumbuh kembang janin itu penting, dan sudah bisa dimulai sejak masa kehamilan, pada masa itulah disebut periode emas. 1000 hari pertama kehidupan atau disingkat dengan 1000HPK terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan sang buah hati, dan gizi seimbangnya mesti terpenuhi, sebab akan memberi pengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatannya hingga dewasa nanti.

Penuhi gizi anak pada 1000 HPK


Pada masa kehamilan, penting buat kita untuk mengkonsumsi makanan sehat, dan ada lima kelompok makanan sehat yang perlu dipenuhi asupannya, diantaranya buah-buahan, sayuran, daging, susu dan biji-bijian. Makan makanan yang baik dan sehat, menciptakan situasi yang baik pula, serta menjaga buah hati agar tetap berada di lingkungan yang baik tentunya menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam 1000 hari pertama kehidupan sang anak. Sebab inilah yang merupakan awal tumbuh kembang anak yang kemudian akan memberi dampak terhadap kecerdasan dan kesehatan anak.


1000 HPK penting dipersiapkan


Momen Penting 1000 Hari Pertama Kehidupan

Masa 1000 hari pertama kehidupan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (sebagaimana yang Saya kutip dari majalah ayahbunda tahun 2020), diantaranya:

  • Saat Hamil

Penting buat ibu untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan juga serat.


  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Setelah bayi lahir, segeralah letakkan bayi pada payudara ibu agar si bayi menyusu untuk merangsang payudara menghasilkan ASI dan bayi mendapatkan kolostrum.


  • ASI Ekslusif

Berikan ASI saja pada bayi hingga usia 6 bulan, pada usia bayi 6 bulan hingga 1 tahun beri ASI + MPASI dan tetap berikan ASI hingga usianya sampai 2 tahun.


  • MPASI

Penuhi kebutuhan gizi anak seperti karbohidrat, protein, dan lemak untuk pertumbuhan tubuh serta otak si kecil. Dan, pada usia 1 tahun sudah bisa nemberikan menu keluarga buat si bayi.


  • Imunisasi

Imunisasi ini wajib diberikan pada si kecil sesuai jadwalnya, ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit berbahaya.


  • Penuhi Kebutuhan Kasih Sayang

Ini juga perlu dipenuhi agar si kecil merasa dilindungi, diperhatikan, nyaman, dan juga aman. Moms juga bisa memberikan mainan yang dapat merangsang semua indera, gerak halus dan kasar, kemandirian, emosional hingga kreatifitas anak.


1000 HPK


Nah, itulah beberapa ulasan mengenai pentingnya 1000 HPK dan yang bisa dilakukan dalam mempersiapkan bayi yang cerdas dan juga sehat. Semoga bermanfaat!


Noted: Image by pixabay

Komentar

Mutia Ramadhani mengatakan…
Sebulanan lagi 1000 hari pertama si kembar beres. Kalo dipikir-pikir lagi saya merasa masih kurang maksimal buat anak. Tapi yaaah namanya juga jadi ibu itu berproses ya mba. Pokoknya kita komitmen buat anak.
Shafira Adlina mengatakan…
Wah penting ya 1000 hari pertama kelahiran ini...terima kasih ulasannya mbak Elva tetap semangat membersamai anak2
Goresan hati mengatakan…
Seribu hari pertama itu tak akan berulang kak. hanya sekali seumur hidup dan merupakan masa emas anak kita. jadi gak boleh terlewatkan. di sinilah karakter anak akan terbentuk. tergantung dari apa yang kita berikan kepadanya.

Postingan populer dari blog ini

6 Cara Mendidik Anak Sejak Usia Dini

Halo Moms, bagaimana perkembangan tumbuh kembang anaknya hari ini? Mulai dari usia 4 sampai dengan 5 tahun, anak sedang aktif-aktifnya untuk mengeksplorasi dan belajar banyak hal dari lingkungan di sekitarnya. Pada tahap ini juga anak biasanya sering kali membuat orang tua stres. Daripada stres menghadapi perilaku anak, sebaliknya sebagai orangtua, Moms harus memanfaatkannya untuk mengajarkan si Kecil banyak hal demi kemajuan tumbuh kembang anak.  Terdapat 6 cara yang bisa Moms semua terapkan untuk mendidik si Kecil, antara lain:  Memberikan Kasih Sayang yang Cukup Tidak bisa dipungkiri, anak akan lebih mudah menyerap pelajaran apabila diberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua. Namun sebaliknya, jika anak dididik dengan otoriter justru dapat membuat anak menjadi pembangkang dan sulit untuk diajarkan.  Mengajak Anak Belajar Sambil Bermain Belajar sambil bermain diyakini dapat membuat anak dapat dengan mudah menyerap apa yang diajarkan. Moms dapat

Pentingnya Membangun Bonding antara Ibu dan Anak

Halo, Moms. Bagaimana hubungan Moms dengan anak-anaknya? Semoga selalu baik-baik saja ya. By the way , diantara Moms pastinya sudah tahu ya betapa pentingnya membangun bonding antara Moms dengan buah hatinya? Nah, buat yang belum tahu apa itu bonding dan bagaimana cara membangun bonding tersebut, Moms bisa baca ulasan Saya.  Bonding atau ikatan antara ibu dan anak sebenarnya sudah terjadi sejak anak masih di dalam kandungan. Ikatan ini kemudian semakin kuat ketika si kecil terlahir ke dunia. Namun, dalam perjalanannya terkadang terjadi pergesekan dalam hubungan antara ibu dan anak ketika beranjak dewasa. Lalu, bagaimana sejatinya membangun bonding antara ibu dan anak yang tetap kuat hingga si anak tumbuh dewasa? Simak tipsnya berikut:  Tips Membangun Bonding antara Ibu dan Anak Meskipun terbilang sepele, namun bila Moms menerapkan langkah-langkah berikut, tentunya sedari dini ikatan antara ibu dan anak dapat terjaga dengan kuat hingga anak-anak dewasa, antara lain: 

Pentingnya Ajari Anak Keterampilan Untuk Membangun Kemandiriannya

"Kakak udah pinter banget bungkus kadonya!" "Bunganya mekar semua, karena kakak rajin menyiram tanaman" Halo Moms, sudah memberi pujian apa pada buah hatinya yang sedang berproses belajar melakukan sesuatu? Meski hanya pujian kecila, namun jika anak mendengar kita mengucapkannya, tentu saja akan menjadi penghargaan bagi sang anak, dan akan merasa bahagia karena hasil kerjanya dinilai bagus. Namun, meskipun suatu ketika yang dikerjakan anak belum sesuai harapan, bukan berarti serta merta kita mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Sebab, itu bisa saja menjatuhkan rasa percaya dirinya.  Selain pujian, kita juga perlu membangun kemandirian anak, misalnya dengan mengajak anak melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti mengasah keterampilan anak. Agar saat tumbuh dewasa, anak-anak menjadi mandiri dan lebih percaya diri. Keterampilan Untuk Membangun Kemandirian Anak Ada beberapa kegiatan yang setidaknya bisa mengajarkan anak untuk mandiri, diantaranya: Membungkus Kado/ Ha