Deadline, Laptop, Smartphone dan Mata Kering: Pelajaran yang Tidak Akan Kulupakan

Tidak ada komentar
Insto dry eyes

Ada satu kalimat yang paling sering muncul di kepala selama menjadi freelancer yang bekerja dari rumah.

"Sedikit lagi selesai."

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, justru kalimat itulah yang sering membuatku lupa waktu. Bayangkan, saat mengerjakan permintaan penulisan artikel, aku selalu mengatakan dalam hati jika sedikit lagi selesai beberapa paragraf, sedikit lagi tinggal mengedit artikel, sedikit lagi aku harus membalas revisi dari klien dan sedikit lagi artikel siap diunggah ke blog. Tanpa kusadari, kata "sedikit lagi" sering berubah menjadi dua atau tiga jam tambahan di depan laptop.

Sebagai freelancer, bekerja dari rumah memberiku banyak keuntungan. Selain aku bisa mengatur jam kerja sendiri, aku juga bisa tetap mendampingi anak yang kini berusia lima tahun, bahkan sekaligus terus menjalani profesi yang kucintai sebagai penulis. Namun, fleksibilitas itu juga memiliki sisi lain yang baru kusadari beberapa tahun belakangan.

Aku tidak punya jam pulang, tidak ada batas antara ruang kerja dan ruang keluarga karena laptop bisa terbuka sejak pagi, lalu kembali menyala setelah anak tidur malam.

Dan aku ... sering kali lupa untuk berhenti jika sudah berada di depan laptop dan smartphone. Apalagi jika sudah dikejar-kejar deadline.

Berawal Dari Hal Sepele yang Sering Disepelein.

Hari itu adalah hari Sabtu, salah satu hari tersibuk dalam seminggu.

Di buku catatan khusus ku sudah ada tiga artikel yang harus selesai, ditambah satu naskah promosi yang harus dikirim sebelum pukul lima sore. Klien sudah mengingatkan bahwa materi tersebut akan langsung dipublikasikan, sehingga tidak boleh terlambat. Aku menarik napas panjang.

Secangkir teh hangat menemani pagi. Dan, laptop bersamaan smartphone sudah menyala. Jemari mulai menari di atas keyboard.

Suasana rumah hari itu cukup tenang. Putra ku sedang bermain mobil-mobilan di ruang tamu, sesekali memanggil agar aku melihat ke arahnya yang tampaknya berhasil membuat rumah-rumahan dari potongan kertas, hasil kreasinya kepadaku.

"Mama, lihat! Adek bikin rumah-rumahan."

Aku hanya menjawab “Adek hebat” dan tersenyum tanpa mengalihkan pandangan terlalu lama dari layar.

Beberapa menit kemudian, notifikasi email masuk. Pesan singkat tentang tulisan yang harus segera direvisi.

Belum selesai mengerjakan revisi itu, pesan lain masuk melalui WhatsApp grup khusus content creator, jika peserta yang sudah ditambahkan ke grup harus segera absen di spreadsheets dan membuat story line. Disusul panggilan telepon singkat.

Hari itu benar-benar terasa seperti perlombaan dengan waktu. Jari yang terus mengetik, mata yang terus dipaksa membaca untuk revisi. Hingga tanpa sadar, sudah hampir tiga jam mataku tidak benar-benar beristirahat.

Awalnya, aku hanya merasa kelopak mata sedikit berat. Karena kupikir akibat terlalu lama fokus pada layar, membuat mata mengantuk, aku pun berdiri sebentar untuk mencuci muka lalu mengambil air minum, kemudian kembali duduk.

Namun, rasa tidak nyaman ternyata itu tidak ikut menghilang. Beberapa menit kemudian, mataku mulai terasa sepet. Refleks aku mengusapnya pelan, sambil bergumam "Ah, mungkin cuma capek.” Aku pun kembali melanjutkan pekerjaan.

Layar laptop yang sejak tadi terasa biasa saja mulai tampak terlalu terang. Huruf-huruf masih terbaca jelas, tetapi perlahan ada sensasi perih yang membuatku lebih sering berkedip. Aku mengecilkan tingkat kecerahan layar, namun tetap saja belum ada perubahan. Dan, yang paling mengganggu justru datang menjelang siang. Mataku terasa begitu lelah.

Kali ini bukan sekadar mengantuk, tetapi seperti kehilangan kenyamanan untuk terus menatap layar. Fokus seketika buyar. Aku membaca paragraf yang sama berulang kali. Bahkan, beberapa kesalahan pengetikan lolos begitu saja karena konsentrasiku mulai menurun. Ironisnya, saat itulah pekerjaan justru sedang menumpuk.

Sebagai freelancer, aku tahu setiap tenggat waktu adalah soal kepercayaan. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu bukan hanya tentang profesionalisme, tetapi juga tentang menjaga hubungan baik dengan klien. Karena itu, aku memilih bertahan. Meskipun, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal agar aku berhenti sejenak.

Bersyukurnya sebelum sore, semua pekerjaan akhirnya selesai. Aku menghela napas lega dan segera menutup laptop. Namun, tepat saat itu, anakku datang membawa topi kecil berwarna abu-abu dengan motif bergambar mobilan.

"Mama ... jadi kan kita lihat matahari terbenam?"

Seketika aku langsung terdiam, hampir lupa. Sejak beberapa hari sebelumnya aku memang berjanji akan mengajaknya pergi ke lapangan dekat rumah sekadar menikmati matahari terbenam sambil menyaksikan ibu-ibu bermain voli. Baginya, itu adalah petualangan kecil yang sudah ditunggu.

Aku pun segera bersiap. Dalam hati, aku berharap sore itu menjadi penutup yang manis setelah hari yang melelahkan. Namun, sesampainya di sana, rasa tidak nyaman pada mataku justru kembali muncul. Saat itu, angin sore yang bertiup cukup kencang membuat mata terasa semakin kering. Aku berkedip lebih sering dari biasanya. Ketika mencoba memotret anakku yang sedang tertawa mengejar teman sebayanya, mataku kembali terasa perih hingga aku harus menurunkan ponsel beberapa saat.

Saat itulah aku mulai berpikir, mungkin ini bukan sekadar rasa lelah biasa. Mungkin selama ini aku terlalu sering mengabaikan sinyal kecil yang diberikan oleh mataku sendiri.

Senja perlahan turun. Langit berubah jingga, lalu semburat keemasan tampak menggantung di langit Bengkulu. Pemandangan yang sejak beberapa hari lalu kubayangkan akhirnya benar-benar ada di depan mata.

Anakku berlari kecil di pinggir lapangan. Tawa renyahnya bercampur dengan suara teriakan ibu-ibu yang bermain voli dan anak-anak lainnya silih berganti. Sesekali ia memanggilku agar melihat ke arahnya.

Aku ingin menikmati semuanya. Aku ingin mengabadikan setiap detik. Namun, rasa tidak nyaman pada mata kembali mengganggu.

Beberapa kali aku harus memejamkan mata sejenak karena terasaperih. Saat membuka kamera ponsel untuk mengambil foto, pandanganku terasa kurang nyaman sehingga aku berkedip berulang kali. Angin sore membuat sensasi kering itu semakin terasa.

Dalam perjalanan pulang, pikiranku terus dipenuhi satu pertanyaan. Mengapa akhir-akhir ini mataku begitu mudah lelah?


Akhirnya Menemukan Solusi Untuk Mata Sepele yang Sering Disepelein.

Malam itu, setelah rumah kembali tenang dan anak terlelap, aku mulai mencari informasi mengenai penyebab mata yang terasa sepet, perih, dan lelah setelah bekerja dalam waktu lama di depan laptop.

Barulah aku memahami bahwa terlalu lama menatap layar digital dapat membuat frekuensi berkedip berkurang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata agar permukaan mata tetap lembap. Ketika kelembapan mata berkurang, muncullah berbagai gejala yang selama ini sering kuanggap sebagai rasa lelah biasa.

Saat membaca berbagai informasi tersebut, aku seperti sedang membaca kebiasaanku sendiri. Pagi membuka laptop. Siang berpindah ke ponsel. Sorenya kembali menatap layar. Malam hari pun masih harus mengecek email.

Sebagai freelancer yang bekerja dari rumah, layar digital memang sudah menjadi bagian dari rutinitasku. Hampir semua pekerjaan dilakukan melalui laptop, mulai dari riset, menulis, mengedit, hingga berkomunikasi dengan klien.

Tidak mungkin aku berhenti bekerja. Yang bisa kulakukan adalah belajar bekerja dengan lebih bijak. Dan, sejak saat itu aku mulai membuat perubahan kecil yang ternyata berdampak besar.

Aku memasang pengingat untuk berhenti sejenak setiap beberapa puluh menit. Saat alarm berbunyi, aku mengalihkan pandangan ke pepohonan di luar rumah atau melihat langit selama beberapa saat agar mata tidak terus-menerus fokus pada jarak yang sama.

Aku juga mulai lebih sadar untuk berkedip saat sedang menulis. Mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini justru sering terlupakan ketika sedang mengejar tenggat.

Selain itu, aku mengatur pencahayaan layar agar lebih nyaman, memastikan ruangan memiliki penerangan yang cukup, memperbanyak minum air putih, dan berusaha tidak membawa pekerjaan hingga larut malam jika memang tidak mendesak.

Perubahan-perubahan kecil itu membuatku menyadari bahwa produktivitas bukan hanya tentang bekerja lebih lama, tetapi juga tentang menjaga tubuh tetap nyaman selama bekerja.

Di tengah upaya memperbaiki kebiasaan tersebut, aku teringat pada satu produk yang sebenarnya sudah cukup lama aku kenal. Beberapa tahun lalu, ketika Insto Dry Eyes masih menggunakan kemasan berwarna hijau, aku pernah menggunakannya saat mata terasa kering setelah beraktivitas cukup lama di depan layar. Yang paling kuingat adalah sensasi nyaman yang kurasakan setelah meneteskannya sesuai petunjuk penggunaan. Sejak saat itu, Insto Dry Eyes menjadi salah satu produk yang kusimpan untuk membantu meredakan gejala mata kering ketika diperlukan.

Kemasan Insto Dry Eyes lama dan Terbaru

Kini, Insto Dry Eyes hadir dengan kemasan baru berwarna biru yang tampil lebih segar dan mudah dikenali. Meski tampilannya berubah, kebiasaan baik yang kupelajari tetap sama, yakni aku tidak hanya mengandalkan tetes mata, tetapi juga berusaha menjaga kesehatan mata melalui pola kerja yang lebih seimbang. Bagiku, kedua hal tersebut saling melengkapi.

Menjaga kebiasaan baik membantu mencegah mata bekerja terlalu keras, sementara ketika gejala mata kering mulai muncul, Insto Dry Eyes dapat membantu meredakannya sesuai petunjuk penggunaan.

Sejak itu, mejaku mengalami sedikit perubahan. Selain laptop, buku catatan, dan secangkir air putih, kini ada pengingat kecil yang kutempel.

“Jangan lupa istirahatkan mata."

Kalimat sederhana itu sering kali menjadi penyelamat di tengah padatnya pekerjaan.

Ketika tenggat datang bertubi-tubi, aku memang masih berusaha memberikan hasil terbaik kepada setiap klien. Namun, kini aku tidak lagi memaksakan diri bekerja tanpa jeda hanya demi menyelesaikan satu artikel lebih cepat.

Aku belajar bahwa beberapa menit untuk mengistirahatkan mata bukanlah waktu yang terbuang. Sebaliknya, jeda itu justru membuat pikiranku lebih segar, konsentrasi kembali fokus, dan hasil tulisan terasa lebih baik. Dan yang paling membahagiakan, perubahan itu juga membuatku lebih menikmati waktu bersama keluarga.

Kini ketika anakku mengajakku bermain, berjalan sore, atau sekadar membaca buku cerita sebelum tidur, aku tidak lagi merasakan mata cepat lelah. Aku bisa lebih fokus mendengarkan ceritanya, dan lebih bebas mengabadikan senyum-senyum kecil yang begitu berharga.

Dari pengalaman itu, aku belajar bahwa gejala mata sepet, perih, dan lelah memang terlihat sederhana. Namun jika terus diabaikan, gejala tersebut dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan, produktivitas, bahkan momen-momen berharga bersama orang-orang yang kita cintai.

Karena itu, jika pekerjaanmu juga mengharuskanmu berjam-jam berada di depan laptop atau gadget, jangan menunggu sampai rasa tidak nyaman semakin mengganggu. Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti memberi waktu istirahat pada mata, menjaga posisi dan pencahayaan layar, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta menggunakan solusi yang tepat ketika gejala mata kering mulai terasa.

Aku percaya, seorang freelancer tidak hanya dinilai dari seberapa cepat ia menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kualitas hasil kerja dalam jangka panjang. Dan semua itu dimulai dari tubuh yang sehat, termasuk mata.

Jadi, mulai hari ini, jangan hanya mengejar tenggat waktu. Luangkan juga waktu untuk memperhatikan kesehatan matamu. Karena setiap karya terbaik lahir dari mata yang mampu melihat dengan nyaman, pikiran yang tetap fokus, dan tubuh yang terawat.

Itulah pelajaran yang tidak akan pernah aku lupakan. Semoga pengalamanku ini juga bisa menjadi pengingat untukmu bahwa #MataSePeLeJanganSepelein. Mari terus berkarya dengan lebih nyaman bersama #InstoDryEyes dan semangat #BebasMataKering, agar setiap deadline bisa diselesaikan tanpa harus mengorbankan kesehatan mata.

Pentingnya Pendidikan Usia Dini: Mengapa Memilih TK Raudhatul Hasanah untuk Masa Depan Anak?

Tidak ada komentar
TK Raudhatul Hasanah

Masa kanak-kanak hanya datang sekali. Pada masa inilah karakter, kebiasaan, dan kecintaan anak terhadap ilmu mulai terbentuk. Karena itu, memilih sekolah bukan sekadar mencari tempat belajar, melainkan memilih lingkungan terbaik yang akan mendampingi tumbuh kembang buah hati. TK Raudhatul Hasanah Pekan Sabtu Bengkulu hadir untuk menjadi bagian dari perjalanan berharga tersebut melalui pendidikan yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan di masa depan. Namun, semua itu tidak terjadi begitu saja. Dibutuhkan proses pendidikan yang tepat sejak usia dini, karena pada masa inilah anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi fisik, emosi, sosial, bahasa, maupun kecerdasannya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan merupakan golden age atau masa emas perkembangan anak. Pada rentang usia ini, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mereka belajar melalui melihat, mendengar, merasakan, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, memberikan pendidikan yang berkualitas sejak dini merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak.

Namun, pendidikan usia dini bukan sekadar mengajarkan anak membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, pendidikan yang baik membantu membentuk karakter, kebiasaan positif, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, hingga menanamkan nilai-nilai agama yang akan menjadi bekal sepanjang hidupnya.

Mengapa Pendidikan Usia Dini Sangat Penting?

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan setiap hari akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang akan membantu anak berkembang secara optimal.

Di sekolah, anak belajar untuk menunggu giliran, berbagi dengan teman, menghargai perbedaan, bekerja sama dalam kelompok, serta menyelesaikan masalah sederhana. Keterampilan-keterampilan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi fondasi penting dalam kehidupan mereka kelak.

Selain itu, pendidikan usia dini juga membantu anak mengembangkan kreativitas, keberanian untuk mencoba hal baru, kemampuan berpikir kritis, serta melatih kemandirian sejak dini.

Mengapa Memilih TK Raudhatul Hasanah?

PPDB TK Raudhatul Hasanah Pekan Sabtu Bengkulu

Setiap orang tua tentu memiliki harapan agar anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Di TK Raudhatul Hasanah, proses belajar dirancang agar anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mandiri, dan percaya diri.

Beberapa keunggulan lainnya, diantaranya:
  • Pembelajaran yang menyenangkan sesuai dunia anak.
  • Penanaman nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari.
  • Guru yang sabar, ramah, dan peduli terhadap perkembangan setiap anak.
  • Kegiatan kreatif untuk mengembangkan motorik, seni, dan imajinasi.
  • Outbound edukatif yang memperluas wawasan anak.
  • Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
  • Kemitraan yang erat antara sekolah dan orang tua.

Memilih sekolah bukan hanya memilih tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan ikut membentuk karakter anak setiap harinya. Karena itu, orang tua tentu berharap menemukan sekolah yang tidak hanya memperhatikan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dan nilai-nilai keislaman.

TK Pekan Sabtu Bengkulu

TK Raudhatul Hasanah hadir dengan komitmen untuk menjadi tempat tumbuh yang menyenangkan bagi setiap anak. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik dan berhak mendapatkan pendampingan yang penuh kasih, sehingga mereka dapat berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Di sini mengedepankan proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak, sehingga mereka merasa nyaman untuk belajar, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.


Visi TK Raudhatul Hasanah

"Membentuk generasi berakhlakul karimah, terampil, dan berprestasi."

Visi ini menjadi arah sekaligus komitmen dalam setiap kegiatan pembelajaran di sekolah.

Berakhlakul karimah berarti membiasakan anak untuk memiliki perilaku yang santun, jujur, disiplin, peduli terhadap sesama, serta mencintai nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Terampil berarti memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan motorik, kreativitas, komunikasi, dan kemandirian melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Berprestasi bukan hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari keberanian mencoba, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, dan semangat untuk terus belajar sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing anak.


Misi TK Raudhatul Hasanah

Untuk mewujudkan visi tersebut, TK Raudhatul Hasanah menjalankan beberapa misi utama.
  • Menumbuhkan Cinta Kebaikan.
Anak-anak dibiasakan untuk melakukan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbagi, saling membantu, mengucapkan salam, berkata sopan, menjaga kebersihan, dan menghargai orang lain. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang kuat hingga mereka dewasa.

  • Menghidupkan Sunnah Rasul.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dikenalkan melalui pembiasaan sederhana yang sesuai dengan usia anak, seperti membaca doa dalam berbagai aktivitas, menjaga kebersihan, berkata jujur, saling menyayangi, berbagi kepada teman, serta membiasakan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menanamkan Rasa Cinta Al-Qur'an.
Anak-anak diajak untuk mengenal Al-Qur'an dengan cara yang menyenangkan. Melalui pembelajaran huruf hijaiyah, hafalan surat-surat pendek, doa harian, dan kisah-kisah teladan, diharapkan tumbuh rasa cinta kepada Al-Qur'an sejak usia dini sebagai pedoman hidup mereka.

  • Menanamkan Rasa Hormat kepada Orang Tua.
Sekolah bersama orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, anak dibiasakan untuk menghormati ayah dan ibu, mendengarkan nasihat, berbicara dengan sopan, serta mengucapkan terima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan oleh keluarga.

  • Mampu Bersosialisasi dengan Sesama.
Kemampuan bersosialisasi merupakan bekal penting bagi anak. Di sekolah, mereka belajar berteman, bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan konflik dengan baik, dan membangun rasa empati terhadap lingkungan sekitar.

Belajar Tidak Selalu Harus di Dalam Kelas.

Belajar akan menjadi lebih bermakna ketika anak dapat melihat dan merasakan langsung apa yang dipelajarinya. Oleh karena itu, TK Raudhatul Hasanah juga merancang berbagai kegiatan pembelajaran di luar kelas sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan outing class dan outbound edukatif.

Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah kunjungan ke bandara. Dengan mengenakan seragam pilot, anak-anak diajak mengenal dunia penerbangan, memahami fungsi bandara, melihat pesawat dari dekat (sesuai izin dan program kunjungan), serta belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan cita-cita.

Selain itu, anak-anak juga berkesempatan mengunjungi tempat wisata sejarah, museum, taman edukasi, kebun, atau lokasi pembelajaran lainnya. Setiap perjalanan dirancang agar anak memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan, melatih keberanian, dan belajar mencintai lingkungan serta budaya daerah. Kegiatan seperti ini tentunya membantu anak mengenal lingkungan sekitar, memahami sejarah daerah, menghargai warisan budaya, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia yang lebih luas.


Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua.

Keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada sinergi yang baik antara guru dan orang tua. Ketika keduanya memiliki tujuan yang sama, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang konsisten, penuh kasih sayang, dan mendukung perkembangannya.

Karena itu, TK Raudhatul Hasanah percaya bahwa komunikasi yang baik dengan orang tua merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Bersama-sama, kita mendampingi setiap langkah tumbuh kembang anak agar mereka menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.


Saatnya Memberikan Awal Terbaik untuk Buah Hati.

Memilih sekolah merupakan salah satu keputusan penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Pendidikan yang tepat sejak usia dini akan menjadi fondasi bagi keberhasilan mereka di masa depan.

Di TK Raudhatul Hasanah, setiap anak tidak hanya diajak belajar, tetapi juga dibimbing untuk mencintai kebaikan, mengamalkan nilai-nilai Islam, menghormati orang tua, mencintai Al-Qur'an, mampu bersosialisasi dengan baik, serta berani mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan awal terbaik bagi buah hati. Pendidikan yang baik hari ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depannya.

TK Rekomendasi untuk anak

Untuk Ayah dan Bunda yang ingin anaknya ikut bergabung bersama keluarga besar TK Raudhatul Hasanah Pekan Sabtu dan hadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, penuh kasih sayang, serta berlandaskan nilai-nilai Islam bisa langsung ke:
  • Kontak: +62 812-7208-0660 (Bunda Ella).
  • Alamat: Jl. Kemiling Permai Blok. M RT.21 RW.06 Kel. Pekan Sabtu Kec. Selebar Kota Bengkulu.
Karena setiap anak berhak mendapatkan awal terbaik untuk meraih masa depan yang gemilang.

Ahyar Muawwal: Menghubungkan Kehidupan Lewat Darah Kita

Tidak ada komentar
Ahyar Muawwal: Menghubungkan Kehidupan Lewat Darah Kita

Di Sulawesi Selatan, kebutuhan darah yang tidak selalu terpenuhi memicu lahirnya sebuah solusi teknis yang sederhana namun bernilai sosial tinggi. Ahyar Muawwal adalah salah satu inisiator di balik Darah Kita, sebuah platform yang menghubungkan orang yang membutuhkan darah dengan calon pendonor melalui ponsel pintar. Inisiatif ini menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi lokal dapat menjawab masalah nyata di tingkat komunitas.

Akhir 2017 menjadi titik awal perjalanan Darah Kita ketika Ahyar bersama rekan-rekannya merilis versi uji coba. Tim pengembang yang terbentuk meliputi Firmansyah Ibrahim dan Zulkarnain Mahsyur, bekerja dari basis di Palopo dan Makassar. Motivasi mereka sangat personal, yakni pengalaman kesulitan menemukan pendonor untuk pasien ketika metode tradisional seperti broadcast pesan tidak efektif memaksa mereka mencari cara yang lebih cepat dan terkoordinasi. Dengan fokus pada kemudahan penggunaan, mereka merancang aplikasi yang memungkinkan pencari darah memasukkan golongan darah dan lokasi, lalu menjangkau calon pendonor terdekat secara langsung melalui fitur chat.


Sekilas Tentang Darah Kita

Fungsi utama Darah Kita memang sederhana namun fungsional. Pengguna dapat mendaftar sebagai pendonor atau pencari, memilih golongan darah, dan melihat daftar calon pendonor di sekitar. Ada pula fitur yang menyerupai crowdfunding tetapi dalam bentuk kebutuhan jumlah kantong darah sehingga keluarga pasien bisa mengumpulkan donor hingga tercapai kuantitas yang diperlukan. Darah Kita dirilis untuk platform Android terlebih dahulu untuk menjangkau pengguna di wilayah yang menjadi target awal.

Di luar aspek teknis, Darah Kita mengedepankan pendekatan komunitas. Tim melakukan sosialisasi lewat kegiatan donor bersama, kolaborasi dengan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan relawan setempat untuk membangun kepercayaan publik. Pendekatan gabungan antara aksi lapangan dan teknologi terbukti meningkatkan jumlah pendonor terdaftar dan mempercepat respons saat kondisi darurat.

Dampak praktisnya tampak pada waktu pencarian pendonor yang semakin singkat di kota-kota tempat aplikasi aktif. Di banyak daerah di luar ibu kota, distribusi stok darah sering timpang sehingga keluarga pasien harus mencari pendonor sendiri. Dengan adanya platform penghubung, keluarga pasien mendapat jalur komunikasi tambahan selain layanan resmi seperti Unit Donor Darah PMI, sehingga peluang mendapatkan kantong darah menjadi lebih besar.

Darah Kita berkembang perlahan sesuai kapasitas tim


Apresiasi SATU Indonesia Awards

Pengakuan atas upaya tersebut datang ketika Darah Kita mendapat perhatian di tingkat nasional. Pada 2022, Ahyar Muawwal tercatat sebagai salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards dalam kategori bidang teknologi, dan itu menjadi sebuah pengakuan terhadap kontribusi inovatif anak muda yang berdampak sosial. Penghargaan ini tidak hanya memberi pengakuan moral tetapi juga akses untuk pembinaan dan peluang pengembangan skala layanan.

Meski demikian, tantangan operasional masih nyata. Keberlanjutan aplikasi membutuhkan basis pengguna yang aktif, integrasi data stok darah dengan sistem resmi, serta mekanisme verifikasi medis untuk mengurangi risiko transfusi. Pembiayaan dan dukungan institusional juga krusial agar layanan dapat terus beroperasi dan berevolusi menjadi mitra yang lebih kuat bagi rumah sakit dan PMI.

Sejak diluncurkan, cakupan Darah Kita berkembang perlahan sesuai kapasitas tim. Mayoritas pengguna awal berlokasi di Sulawesi Selatan, terutama Makassar dan Palopo, namun tim terus berupaya meluaskan jangkauan lewat kampanye digital dan kerja sama lokal. Versi aplikasi juga terus diperbarui untuk memperbaiki pengalaman pengguna dan menambah fitur komunikasi agar koordinasi donor lebih lancar.

Bagi masyarakat yang ingin terlibat, tersedia dua peran sederhana, yakni menjadi pendonor yang rutin mendaftarkan ketersediaan darahnya, atau menjadi penyebar informasi yang membantu mempermudah proses pengumpulan donor saat dibutuhkan. Institusi kesehatan dan organisasi masyarakat juga diundang untuk bersinergi sehingga sistem pencarian darah menjadi lebih terpadu antara jalur resmi dan inisiatif komunitas. Upaya bersama ini pada akhirnya menegaskan bahwa ketersediaan darah adalah tanggung jawab bersama.

Kisah Ahyar dan Darah Kita menegaskan nilai solusi yang lahir dari kebutuhan langsung masyarakat. Inovasi tidak selalu memerlukan laboratorium besar atau modal besar; seringkali gagasan yang lahir dari pengalaman pribadi dan dilakukan secara kolaboratif dapat menyelamatkan nyawa. Satu kantong darah yang berhasil dicari lewat sebuah aplikasi adalah bukti bahwa gerakan kecil bisa berdampak besar. Setiap donor adalah harapan bagi nyawa yang menanti sekarang.

Menyalakan Harapan Sehat dari Jakarta untuk Indonesia oleh Rudy Kurniawan dan Sobat Diabet Academy

Tidak ada komentar
Menyalakan Harapan Sehat dari Jakarta untuk Indonesia oleh Rudy Kurniawan dan Sobat Diabet Academy

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, di mana deru kendaraan tak pernah benar-benar berhenti dan langit malam jarang menampakkan bintang, ada satu komunitas yang pelan tapi pasti menyalakan cahaya harapan bagi jutaan orang Indonesia yang hidup dengan diabetes. Cahaya itu bernama Sobat Diabet Academy, dan sosok di baliknya adalah Rudy Kurniawan, seorang pendidik kesehatan, inovator sosial, sekaligus pejuang kemanusiaan yang meyakini bahwa edukasi adalah obat paling mujarab bagi perubahan.


Awal dari Kesadaran: Ketika Data Menjadi Alarm

Perjalanan Rudy bermula bukan dari laboratorium modern atau ruang kuliah kedokteran, melainkan dari kegelisahan yang muncul saat membaca data kesehatan nasional. Indonesia, negeri yang kaya akan rempah dan budaya, ternyata menyimpan fakta yang mencemaskan, yakni jumlah penderita diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di DKI Jakarta sendiri, Rudy melihat langsung dampak penyakit ini dalam kehidupan masyarakat urban: gaya hidup serba cepat, konsumsi gula tinggi, dan minimnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat.

“Kita sering menganggap penyakit itu datang tiba-tiba, padahal ia tumbuh perlahan dari kebiasaan sehari-hari.”

Bagi Rudy, angka-angka di laporan kesehatan itu bukan sekadar statistik melainkan cerita manusia, kisah keluarga, dan penderitaan yang bisa dicegah jika masyarakat mendapat edukasi yang benar. Dari kesadaran itulah benih Sobat Diabet Academy mulai tumbuh.


Sobat Diabet Academy, Sekolah Kehidupan bagi Pejuang Gula Darah

Tahun demi tahun, Rudy merancang sebuah platform yang sederhana namun berdampak besar. Ia menamainya Sobat Diabet Academy, tempat di mana masyarakat bisa belajar memahami tubuhnya sendiri bukan dengan jargon medis yang rumit, tapi dengan bahasa sehari-hari yang mudah dicerna.

Dalam kelas-kelas edukasi yang digelarnya di berbagai titik Jakarta, suasananya selalu hangat dan bersahabat. Aroma teh herbal tanpa gula tercium lembut di ruangan; meja-meja dipenuhi bahan makanan alami seperti daun kelor, kacang hijau, dan beras merah. Rudy berdiri di depan, bukan sebagai pengajar yang menggurui, tapi sebagai sahabat yang menemani.

Menyalakan HarapaRudy Kurniawan dan Sobat Diabet Academy

Metode edukasinya menekankan pengalaman langsung dalam mengenali tubuh, mengenal makanan, dan memahami gaya hidup. Ia percaya bahwa perubahan tak dimulai dari obat, melainkan dari kesadaran diri.


Menembus Batas dengan Teknologi dan Komunitas

Rudy menyadari bahwa untuk menjangkau lebih banyak orang, ia perlu beradaptasi dengan zaman. Maka lahirlah program daring Sobat Diabet Academy yang memanfaatkan media sosial, aplikasi edukasi kesehatan, dan video interaktif.

Melalui kanal digital itu, Rudy dan timnya membagikan konten edukatif seputar manajemen diabetes, resep sehat rendah gula, hingga cara sederhana memantau kadar gula darah di rumah. Di setiap unggahannya, nada pesannya konsisten: diabetes bukan akhir dari hidup, tapi awal dari gaya hidup baru yang lebih bijak.

Selain edukasi digital, ia juga mengembangkan Sobat Diabet Community, yakni jaringan sukarelawan yang kini tersebar di berbagai kota besar Indonesia. Mereka bergerak memberi penyuluhan, mengadakan pemeriksaan gula darah gratis, dan kampanye “Kurangi Gula, Tambah Bahagia”.


Dari Krisis Pribadi Menjadi Gerakan Publik

Tidak banyak yang tahu, semangat Rudy berakar dari pengalaman pribadi. Beberapa tahun lalu, ia kehilangan seorang anggota keluarga karena komplikasi diabetes yang tidak terdeteksi sejak dini. Rasa kehilangan itu membekas, tapi justru menjadi bahan bakar perjuangannya.

Ia tak ingin tragedi serupa dialami orang lain. Maka, setiap kali Rudy berdiri di depan kelas Sobat Diabet Academy, suaranya mengandung empati yang tulus. Ia tahu rasa takut, ia paham kecemasan orang-orang yang baru didiagnosis diabetes, dan ia mengerti betapa sulitnya menjaga pola makan di tengah godaan kuliner kota.

Bagi peserta didiknya, Rudy bukan sekadar pendiri lembaga, melainkan seorang teman yang mengerti seorang sobat, seperti nama programnya.


Membangun Ekosistem Edukasi Kesehatan yang Mandiri
Keunikan Sobat Diabet Academy tidak hanya terletak pada edukasi kesehatan, tetapi juga pada model kewirausahaan sosial yang dikembangkan Rudy. Ia memadukan pelatihan kesehatan dengan pelatihan ekonomi mikro bagi penderita diabetes dan keluarganya.

Misalnya, mereka diajarkan membuat produk makanan sehat rendah gula seperti cookies oat, minuman herbal, dan sambal rendah kalori. Produk itu kemudian dijual di platform komunitas, hasilnya membantu menopang kebutuhan ekonomi peserta. Dengan cara ini, kesehatan dan kesejahteraan berjalan beriringan.

Pendekatan ini menjadikan Sobat Diabet Academy berbeda, bukan sekadar kampanye kesehatan, melainkan gerakan sosial ekonomi berbasis empati dan ilmu pengetahuan.


Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023: Bukti Nyata Sebuah Dedikasi
Perjalanan panjang Rudy Kurniawan membuahkan pengakuan nasional ketika ia dinobatkan sebagai penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 di bidang Kesehatan. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya menghadirkan solusi nyata untuk edukasi diabetes yang berkelanjutan dan inklusif.

Namun, di balik penghargaan itu, Rudy tetap rendah hati. Baginya, penghargaan ini bukan untuk dirinya pribadi, tapi untuk semua sobat diabet di seluruh Indonesia yang terus berjuang setiap hari.

Bagi Rudy, SATU Indonesia Awards bukan garis akhir, melainkan titik tolak baru untuk memperluas jangkauan. Ia ingin menjadikan Sobat Diabet Academy sebagai pusat edukasi nasional bagi penyakit tidak menular, melibatkan tenaga kesehatan, mahasiswa, hingga kader posyandu di seluruh wilayah Indonesia.


Melangkah ke Masa Depan: Mimpi untuk Generasi Sehat
Kini, setiap kali Rudy berjalan di tengah kegiatan pelatihan Sobat Diabet, aroma makanan sehat buatan peserta selalu menguar di udara — ada roti gandum panggang, ada tumisan sayur tanpa gula, ada tawa yang tak lagi diselimuti rasa takut.

Ia tahu, perjuangan belum selesai. Tapi melihat anak muda yang dulu takut menusuk jarum kini dengan percaya diri mengajarkan orang lain cara mengecek gula darah, Rudy yakin misi ini berada di jalan yang benar.

Visinya sederhana tapi kuat: menciptakan generasi yang melek kesehatan dan berdaya mandiri. Ia percaya, perubahan besar akan lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus — mengurangi gula, berolahraga, dan saling peduli.


Menjadi Sobat untuk Semua
Rudy Kurniawan telah menunjukkan bahwa kepedulian bisa mengubah arah hidup banyak orang. Melalui Sobat Diabet Academy, ia mengajarkan bahwa edukasi bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga soal empati dan tindakan nyata.

Dari Jakarta, gerakan kecil itu kini menjalar ke berbagai penjuru negeri, membawa pesan yang sederhana namun kuat, yakni sehat itu bukan milik segelintir orang, melainkan hak setiap manusia.

Dan di balik semua kisah inspiratif itu, berdirilah seorang sosok yang membuktikan bahwa ketika seseorang memilih untuk peduli, ia tak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menyalakan harapan-harapan untuk Indonesia yang lebih sehat, satu langkah, satu sobat, satu perjuangan dalam semangat SATU Indonesia.

Obati Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

Tidak ada komentar
Insto Dry Eyes

Di pinggiran kota kecil yang dikelilingi barisan pepohonan tua, hiduplah seorang wanita lanjut usia bernama Ibu Seraya. Usianya telah melewati tujuh dekade, namun ia masih terlihat kuat dan lincah. Beliau adalah ibu saya.

Sewaktu liburan di rumah ibu, setiap pagi dan petang saya melihat ibu menyiram tanaman di dalam pot taman kecil depan rumah, berbagai jenis tanaman ia tanam, mulai dari jahe merah, kunyit, kencur, cabai rawit, dan tanaman obat lainnya atau lebih dikenal dengan sebutan toga (tanaman obat keluarga).

Namun, beberapa bulan terakhir, hidup Ibu tidak lagi secerah biasanya. Ada yang berubah pada dirinya. Ia mulai sering mengeluh perih di mata, seolah-olah debu halus selalu menempel di pelupuk matanya. Kadang-kadang juga merasa seperti ada pasir, membuat ibu harus berkedip berulang kali untuk mengusir rasa tidak nyaman itu.

Saya pernah menawarkan untuk memeriksakan ke dokter, namun ibu menganggap jika itu hanyalah efek dari usia. “Namanya juga tua, semuanya pasti ikut menua.”

Suatu hari saya mendapati ibu sedang menyiram matanya dengan air rendaman daun sirih, saat ditanya beliau menjawab jika ia melakukannya karena berharap keluhan itu akan lenyap seperti embun yang menguap saat matahari terbit. Tapi justru sebaliknya, perih itu makin sering datang. Matanya mulai memerah, dan penglihatannya sesekali menjadi buram.

Setelah sering didesak buat dicek ke dokter, akhirnya ibu mau memeriksakan matanya ke dokter. Dan, dari penjelasan dokter, jika ibu mengalami dry eye syndrome, atau dalam bahasa kita, mata kering. Mendengar itu, ibu sempat bingung dengan istilah mata kering. Dokter pun menjelaskan jika mata kering adalah kondisi ketika mata tidak memproduksi cukup air mata, atau kualitas air matanya tidak cukup baik untuk menjaga kelembapan. Usia memang menjadi salah satu penyebab paling umum. Tapi bisa juga karena paparan udara kering, pemakaian obat tertentu, atau terlalu lama menatap layar atau membaca.

Mendengar penjelasan dokter, ibu hanya mengangguk pelan. Ibu tidak menyangka bahwa sesuatu yang terdengar sederhana seperti “mata kering” bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa.

“Apakah bisa sembuh?” tanya ibu, sedikit khawatir.

Dokter kembali menjelaskan jika mata kering bisa dikendalikan, yang bisa dibantu dengan obat tetes mata khusus yang berfungsi sebagai air mata buatan. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk membantu mengurangi gejalanya, yang penting jangan dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan. Bisa berdampak pada penglihatan jika semakin parah.

Nah, ternyata tidak semua apotek menyediakan obat tersebut, namun ternyata bisa diganti dengan obat tetes mata yang beredar, dan saya tentunya menggunakan Insto Dry Eyes yang merupakan obat tetes mata untuk mata kering. Sejak hari itu, rutinitas ibu sedikit berubah. Ibu rajin meneteskan obat matanya sesuai anjuran, bahkan ibu juga mulai menghindari berada terlalu lama di depan kipas angin.

Hari-hari pun kembali berjalan seperti biasa. Meskipun mata ibu masih sesekali terasa kering, namun ibu sudah tahu cara menghadapinya, bahkan ibu tidak lagi merasa takut atau bingung. Kini, ibu tahu bahwa usia tua bukan alasan untuk mengabaikan rasa sakit.


Gejala Mata Kering

Mata kering merupakan suatu kondisi ketika mata tidak mengandung air mata yang cukup untuk melumasi lapisan mata. Mata kering seringkali membuat penderitanya mengeluh rasa yang tidak nyaman di sekitar mata, seperti Mata sepet, Perih, Lelah. Dan, kondisi mata kering jangan disepele in. Berikut akan saya bahas gejala mata kering yang perlu diwaspadai

  • Mata Sepet
Mata sepet merupakan suatu kondisi mata merasakan sensasi rasa perih atau mengganjal pada mata, seperti ada benda asing atau pasir di dalam mata. Iritasi mata akibat paparan debu, asap, bahkan benda asing dapat menyebabkan mata menjadi sepet.

  • Mata Perih
Mata Perih merupakan suatu kondisi mata merasakan sensasi seperti terbakar, sensasi adanya benda asing di mata, bahkan nyeri menusuk. Penyebab utamanya karena paparan debu, zat iritan, alergi, infeksi, atau terlalu lama menatap layar.

  • Mata Lelah
Mata Lelah merupakan suatu kondisi mata yang digunakan secara berlebihan terutama saat fokus pada aktivitas seperti bekerja di depan gadget, membaca bahkan berkendara jarak jauh. Meskipun mata lelah umumnya tidak berbahaya, akan tetapi ada baiknya mata diistirahatkan, sebab bila terus dipaksakan bekerja bisa menimbulkan keluhan lainnya seperti sakit kepala, pusing bahkan sulit fokus.

Nah, karena alami gejala mata kering itulah saya merekomendasikan obat tetes mata Insto Dry Eyes untuk ibu.


Mengapa Harus Insto Dry Eyes?

Insto Dry Eyes sudah bersertifikat halal dan telah lulus uji BPOM. Sehingga Saya merasa aman memberikannya buat ibu. Dengan catatan digunakan sesuai kebutuhan. Selain itu, obat tetes mata Insto Dry Eyes ini mudah didapatkan di apotek bahkan mini market dengan harga terjangkau. Dan yang tidak kalah penting, packagingnya yang mungil bisa muat di saku bahkan dompet. Jadi bisa dibawa kemana saja dan kapan saja. Dengan kata lain, Insto Dry Eyes menjadi teman setia yang mencerahkan penglihatan.

#InstoDryEyes 
#MataKeringJanganSepelein



Sumber:
https://insto.co.id/eyeducation/kemarau-pun-bisa-terjadi-di-mata

https://hellosehat.com/mata/perawatan-mata/penyebab-mata-terasa-perih/

https://www.alodokter.com/mata-lelah

Beli Tiket Moda Transportasi Hanya di Satu Aplikasi

Tidak ada komentar
Pesan 4 moda transportasi dalam satu aplikasi

Libur panjang biasanya identik melakukan perjalanan ke berbagai tempat, entah itu tempat yang pernah dikunjungi ataupun yang belum sama sekali dikunjungi. Nah, jika Anda bingung libur panjang akhir tahun ini mau ke mana, bisa mencoba referensi perjalanan berikut. Namun, rute perjalanan ini dimulai titik awal di Kota Bengkulu hingga tempat tujuan akhir yakni Kota Bandung.

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya cek terlebih dahulu perlengkapan yang akan dibawa, mulai dari pakaian, peralatan mandi dan lain sebagainya. Dan, satu hal lagi, jika memungkinkan ada baiknya membawa bekal makan, sebab makanan di bandara terbilang mahal, kecuali kalau kamu punya uang banyak ya sah-sah saja jika ingin maka di sana.


BRImo Menjadi Solusi Perjalanan Agar Menyenangkan

Sebelum berangkat dari Bengkulu menuju Jakarta, terlebih dahulu memesan tiket pesawat di BRImo, karena lebih praktis dan juga kita bisa berkesempatan memenangkan undian berhadiahnya dari proses transaksi yang dilakukan. Karena semakin banyak transaksi yang dilakukan maka semakin besar kesempatan untuk menang. Apalagi ada 100.000 hadiah yang disediakan, tentu peluang semakin besar.

Proses pembelian tiket pesawat dengan cara login terlebih dulu ke aplikasi BRImo. Kemudian setelah masuk ke Homepage aplikasi BRImo, selanjutnya pilih fitur Lifestyle. Lalu pilih travel kemudian klik Pesawat yang ada pada opsi tersebut. Setelah itu, pilih rute, tanggal keberangkatan penumpang serta kelas penerbangan dan pilih penerbangan yang diinginkan. Jika sudah, selanjutnya isi data pemesan dan penumpang dengan benar. Lalu, konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN. Nah, apabila berhasil maka e-ticket dari transaksi pembelian tiket tersebut dikirimkan melalui email yang didaftarkan saat pengisian data.

Setelah sampai di Bandara Halim ataupun bandara Soekarno Hatta Jakarta, next bisa refreshing dulu ke beberapa tempat wisata yang ada di Jakarta dan sekitarnya seperti ke Monumen Nasional (Monas), atau bisa juga berkunjung ke Perpustakaan Nasional menggunakan Bus. Nah, untuk pembelian tiket bus juga bisa menggunakan BRImo dengan cara login lalu pilih “Setor & Tarik Tunai”. Setelah itu, pilih menu “Travel” pada layar, kemudian pilih “Bus & Shuttle” yang diinginkan. Jangan lupa isi data keberangkatan bus & shuttle serta pilih tiket keberangkatan yang telah tersedia. Isilah data penumpang yang sesuai dengan KTP yang masih berlaku kemudian pilih kursi yang diinginkan. Selanjutnya, konfirmasi transaksi dengan PIN yang telah dibuat.

Next, menuju Bandung bisa dengan kereta api ataupun kereta cepat whoosh. Untuk memesan kereta whoosh, langkahnya sama dengan pemesan tiket pesawat, yakni login terlebih dulu ke akun BRImo. Setelah itu, kamu klik fitur travel kemudian pilih Tiket Whoosh. Selanjutnya, isi stasiun awal keberangkatan, stasiun tujuan akhir, serta tanggal keberangkatan yang diinginkan. Lalu, pilihlah jadwal kereta dan kemudian masukkan data penumpang yang valid. Selanjutnya lakukan pembayaran dengan klik bayar lalu konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN. Apabila transaksi berhasil, kamu bisa cek pada email yang terdaftar di akun KCIC karena e-ticket terkirim ke email tersebut.

Apabila kamu lebih memilih naik kereta api, bisa juga pesan tiketnya melalui aplikasi BRImo. Pertama-tama login terlebih dulu ke aplikasi BRImo, lalu pilih opsi “Lainnya”. Setelah masuk ke opsi Travel, kamu pilih Kereta Api dan tentukan tanggal keberangkatan serta isi data penumpang dengan benar. Apabila semua data diisi dengan benar, selanjutnya kamu pilih kursi yang paling nyaman. Next, selanjutnya kamu klik bayar, maka tiket elektronik kamu langsung jadi, bahkan pembayaran dilakukan dengan mudah tanpa harus berpindah ke aplikasi lainnya.


Program BRImo FSTVL dari BRI

Kabar gembira bagi pengguna BRImo, jika BRI mempunyai program BRImo FSTVL 2024, yang merupakan sebuah bentuk apresiasi dari BRI untuk seluruh nasabah BRI yang menggunakan Super Apps BRImo. Dan, program ini sudah dimulai sejak tanggal 1 Oktober 2024 lalu sampai dengan tanggal 31 Maret 2025 mendatang.

BRImo

Ada 2 program BRImo FSTVL 2024, yakni: 
  • Program loyalti. Merupakan program yang diberikan kepada seluruh pengguna Tabungan BRI dalam bentuk undian berhadiah yang bersumber dari setiap rata-rata saldo dan nominal BRI Poin yang dimiliki oleh nasabah selama periode program berlangsung.
  • Program Direct Gift (Redeem BRIPoin). Merupakan program loyalti yang sengaja diberikan kepada seluruh nasabah Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI, Tabungan BRI (BritAma dan Simpedes), pengguna e-banking (BRImo, Qlola Internet Banking, dan ATM), dan akan mendapatkan reward dalam bentuk BRIPoin pada setiap transaksi yang dilakukan per hari.

Dengan memperbanyak nabung dan bertransaksi pada program BRImo FSTVL, itu artinya kesempatan kamu untuk menang terbuka luas.
#BRImo
#BRImoMudahSerbaBisa 
#BRImoFSTVL 
#BerlimpahHadiah

Top Up Game Makin Praktis dan Untung Berkat Promo dari BRImo

Tidak ada komentar
Top Up Game Makin Praktis dan Untung Berkat Promo dari BRImo

Saat bermain game, hal pertama yang membuat seorang gamer bersemangat bermain adalah ketika ia bisa meningkatkan permainan menjadi lebih baik berkat diamond yang kita miliki, sehingga gamer biasanya membutuhkan layanan top up untuk meningkatkan level game yang dimainkan. Sebab, dengan melakukan top up, gamer bisa menikmati fitur premium seperti beragamnya pilihan hero jagoan, bisa membuat squad, skin Legendary yang benar-benar langka, bahkan sesama gamer bisa saling mengirim skin hadiah.

Selain itu, untuk jenis permainan teka-teki, voucher game dapat digunakan sebagai bantuan dalam mencari jalan keluar, bahkan memudahkan gamer dalam mencapai level tertinggi di game online.


Top Up Game di BRImo Lebih Untung dan Terpercaya

Perlu diketahui, jika industri game online hingga saat ini semakin berkembang pesat. Banyaknya game online yang tersedia, baik di platform mobile maupun PC membuat para pemain memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati hiburan dengan bermain game. Nah, dalam permainan game ini salah satu elemen pentingnya adalah pembelian item atau mata uang dalam game yang memerlukan layanan top-up. Oleh karena itu, memilih jasa top-up yang terpercaya menjadi aspek penting untuk memastikan keamanan, kelancaran hingga mendapatkan penawaran terbaik dari proses transaksi yang akan dilakukan.

Saat akan melakukan transaksi, yang pertama kali diperhitungkan adalah keamanannya. Sebab, transaksi online seperti top-up game, keamanan selalu menjadi prioritas utama. Apalagi saat ini marak ancaman keamanan seperti misalnya pencurian data bahkan transaksi yang gagal seringkali menjadi masalah yang dapat dihadapi oleh pengguna yang memilih jasa top-up yang tidak dapat dipercaya. Bahkan tidak sedikit platform yang mengklaim jika mereka menyediakan layanan top-up dengan harga miring, namun disayangkan seringkali terdapat risiko yang tersembunyi di balik tawaran tersebut, yakni kehilangan dana.

Nah, untuk itulah BRI kemudian menghadirkan aplikasi BRImo yang tidak sekadar bisa digunakan untuk pembelian tiket, namun juga bisa top up game dan tentunya dengan tawaran promo terbaik. Karena, pengguna BRImo yang melakukan top up game bisa menikmati promo cashback real-time 100 persen, yakni hingga Rp20.000 setiap kali top up. Top up voucher game semakin praktis sebab hanya dalam satu genggaman di BRImo, dan saldo tetap aman berkat cashback-nya.

Buat pengguna BRImo bisa mendapatkan cashback asal melakukan transaksi lebih awal, karena cashback tersedia hanya untuk 100 transaksi per hari. Selain itu, setiap kali melakukan transaksi, pengguna akan mendapat poin dan poin tersebut harus dikumpulkan sebanyak minimal 1290 yang dapat ditukarkan dengan ratusan ribu hadiah menarik yang disediakan oleh BRI dalam program BRImo FSTVL 2024.

Top Up Game Makin Praktis dan Untung Berkat Promo dari BRImo

#BRImoFSTVL 2024 ialah ajang interaktif yang sengaja dirancang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam hal menyatukan hiburan, teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam satu festival. Adapun tujuan diadakannya program BRImo FSTVL 2024 ialah untuk memberikan kesempatan pengguna BRImo untuk bisa menikmati hiburan, belajar bahkan bertukar ide dari berbagai komunitas. Pada program BRImo FSTVL ini semuanya berkesempatan menang dengan tingkatkan terus saldo dan melakukan transaksi setiap bulannya.



Langkah Mudah Top up Voucher Game di Aplikasi BRImo

Untuk melakukan top up game pada aplikasi BRImo, bisa mengikuti langkah berikut:
Pertama-tama login ke akun BRImo, jika belum punya akun maka download dan registrasi terlebih dahulu. Setelah login pilih menu "Lifestyle". Nah, pada menu "Hiburan" pilihlah voucher game dan nominal yang diinginkan, kemudian konfirmasi transaksi dengan PIN. Apabila voucher telah berhasil dibeli, bisa langsung redeem pada aplikasi/website game favorit.

Nah, itulah info mengenai promo dan cara top up game dengan menggunakan aplikasi BRImo sehingga bisa mendapatkan promo eksklusif.
#BRImo 
#BRImoMudahSerbaBisa
#BRImoFSTVL 
#BerlimpahHadiah
ke atas