Kumpulan Resep Makanan Sehat Tanpa Micin

Tidak ada komentar
Kumpulan Resep Makanan Sehat Tanpa Micin


"Ma, Papa mau bawa bekal buat kerja besok. Kira-kira apa menunya?"


Setiap kali suami akan berangkat kerja, pagi-pagi sekali Saya mulai berkutat di dapur, tentu saja untuk memasak menu bekalnya. Sudah sejak lama - tepatnya setelah menikah - Saya akan membuatkan bekal makan siang suami, yang Saya persiapkan setelah selesai sarapan pagi. Hal ini biasa Saya lakukan, selain menghemat pengeluaran juga agar makan suami terjaga dari kebersihan dan demi untuk kesehatan. Apalagi masakan di luaran biasanya tidak akan lepas dari penggunaan micin.


Cinta Tanpa Micin

Sebagai bentuk cinta dan sayang Saya terhadap keluarga, sudah sejak dulu Saya mengurangi bahkan menghindari penggunaan micin pada olahan masakan yang Saya buat. Sebab, bagi Saya cinta tanpa micin adalah cinta yang sesungguhnya, cinta yang dibuktikan dengan senantiasa menyajikan masakan sehat untuk keluarga, tapi bukan berarti yang masih menggunakan micin tidak cinta sama keluarga ya 🤗☺️.


Dalam menyajikan masakan, terlebih jika ingin membuat masakan dengan menggunakan tepung, Saya biasanya menggunakan tepung kobe dan salah satunya Kobe Tepung Serbaguna Premium. Tepung Kobe ini tidak mengandung MSG, juga tanpa pengawet dan pewarna buatan. Selain itu, tepung Kobe juga mengandung zat besi, Vitamin B2, Vitamin B9, serat pangan dan mineral zinc yang berguna untuk pemenuhan kelengkapan nutrisi. 


Oiya, Moms, tepung serbaguna premium ini praktis digunakan juga cocok banget untuk membuat hidangan gorengan apapun seperti seafood, tempe, tahu, ayam dan masih banyak lainnya. Nah, pas lagi ada ayam, Saya pun membekali suami menu makan siang dengan Ayam Kobe Tepung Crispy plus sambel tomat. Supaya Moms bisa nyobain juga di rumah, berikut resepnya dan beberapa resep lainnya.


Ayam Goreng Buttermilk

Ayam Goreng Buttermilk

Ayam Goreng Buttermilk ini cocok banget buat yang ingin menikmati rasa daging ayam yang juicy di dalam dengan perpaduan kulit ayam yang gurih dan juga renyah berbumbu. Nah, agar kulit ayam menjadi crunchy, rahasianya cukup gunakan Kobe Tepung Serbaguna Premium yang non MSG. 

Bahan:

1 bungkus Kobe Tepung Serbaguna Premium (200gr)

1/2 ekor ayam (potong menjadi 6 bagian atau sesuai selera)

120 ml susu cair

1/2 sendok makan cuka atau 2 slice potongan jeruk lemon

Minyak untuk menggoreng secukupnya


Cara membuat:

Ambil wadah berukuran sedang, lalu rendam ayam dengan susu yang sudah dicampur dengan cuka atau air jeruk lemon selama 2 jam.


Panaskan minyak goreng dengan api kecil. Ambil ayam dalam rendaman susu kemudian gulirkan ke tepung kering Kobe Tepung Serbaguna Premium, lalu cubit-cubit hingga rata.

Goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Lalu angkat dan tiriskan.


Ayam Crispy Gandum

Kobe Tepung Serbaguna premium

Menu satu ini tentunya terbilang unik, karena menggunakan campuran gandum sebagai bumbunya. 

Bahan:

1 bungkus Kobe Tepung Serbaguna Premium (200gr)

200 gram ayam dada fillet

50 gram bawang bombay (cincang kasar)

2 siung bawang putih (cincang)

50 gram gandum (sangrai)

1 sachet Saus Tiram Selera

1 sachet BonCabe level 3 rasa Nori

1 sachet BonCabe level 15 rasa Original

Air secukupnya

Minyak untuk menggoreng secukupnya

Margarin secukupnya


Cara Membuat:

Bersihkan ayam terlebih dulu kemudian potong-potong dengan ukuran sesuai selera lalu rendam dalam air.

Ambil ayam dan baluri dengan Kobe Tepung Serbaguna Premium. Goreng hingga kuning kecolatan.

Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan Saus Tiram Selera, air dan gandum. Aduk rata.

Masukkan ayam, tambahkan BonCabe level 15 dan BonCabe Nori. Aduk sampai rata.

Angkat dan Ayam Crispy Gandum siap disajikan.


Ayam Goreng Non Msg

Ayam goreng non MSG

Menu satu ini adalah salah satu kreasi menu ayam goreng sehat untuk keluarga tercinta. Cara masaknya pun sangat mudah bahkan bisa menjadi resep ayam paling praktis di rumah, sebab hanya dengan menggunakan Kobe Tepung Serbaguna Premium saja, dan cukup balur ayam pada tepung kering lalu goreng hingga matang. Meski tepung yang digunakan tidak mengandung MSG namun tetap menghasilkan cita rasa ayam goreng yang renyah dan gurih lezat.

Bahan:

1 bungkus Kobe Tepung Serbaguna Premium (200gr)

 1/2 ekor ayam potong menjadi 4 bagian

100 ml air

Minyak untuk menggoreng secukupnya


Cara Membuat:

Potong ayam dengan ukuran sedang, lalu cuci bersih dan rendam dalam air.

Panaskan minyak ke dalam wajan. Ambil ayam dalam air dan lumuri dengan tepung kering Kobe Tepung Serbaguna Premium lalu cubit-cubit ringan.

Goreng ayam dalam minyak panas sampai kuning kecoklatan lalu angkat dan tiriskan.


Buat Mamah yang ingin mencoba beberapa resep menu yang sudah Saya jabarkan di atas, boleh banget. Dan, kalau ingin mencoba resep masakan non MSG lainnya juga bisa kunjungi websitenya dapurkobe yang tidak hanya mengulas kumpulan resep masakan sehat tanpa MSG saja tapi beragam resep masakan Indonesia lainnya yang mudah untuk dipraktekkan. 


Oiya, Mamah, untuk produk Kobe Tepung Serbaguna Premium nya bisa Mamah dapatkan di Marketplace Shopee dan Tokopedia Kobe Official Store.

Mama's Choice Hand Gel, Hand Sanitizer Aman Untuk Bayi

21 komentar
Mama's Choice aman untuk bayi


Halo Moms, sebagai ibu baru tentunya banyak hal yang harus Saya gali, terutama soal kebersihan pada bayi. Bermain di lantai serta memasukkan benda ke dalam mulut merupakan hal yang normal bagi bayi, akan tetapi hal ini membuat para ibu khawatir dengan kesehatan anak, karena tentunya benda-benda tersebut terdapat bakteri dan kuman. 


Dari apa yang Saya kutip menyatakan bahwa jumlah bakteri di tangan yang mencapai dua juta bakteri dapat menyebabkan diare dan penyakit pernapasan apabila kita tidak menerapkan cuci tangan yang baik dan benar.


Mencuci tangan tentunya bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu yang terdapat air dan sabun, namun ada kalanya kita akan mengalami kesulitan untuk menemukan air dan sabun tersebut, misalnya tengah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Nah, kalau sudah begitu tentunya kita membutuhkan sesuatu yang dapat membunuh kuman namun tetap aman dipakai terutama oleh bayi, tentunya kita membutuhkan hand sanitizer. 


Apakah Hand Sanitizer Aman Buat Bayi? 

Perlu diketahui ya Moms, jika penggunakan hand sanitizer yang berbahan kimia ternyata bisa memberikan dampak negatif yang cukup besar loh bagi kesehatan, apalagi jika hand sanitizer diberikan pada bayi maupun anak-anak. Karena selain mudah terbakar, hand sanitizer berbahan dasar alkohol ini juga bisa meningkatkan risiko infeksi virus yang memicu radang saluran pencernaan. Untuk itulah, kita mesti hati-hati dalam memilih hand sanitizer, terutama buat bayi.


Hand gel Mama's Choice buat bayi


Kulit bayi yang masih sensitif dan sangat lembut rentan mengalami masalah pada kulitnya, oleh karena itulah kulit bayi tidak boleh sembarangan bersentuhan dengan bahan kimia, sebab dapat menyebabkan iritasi kulit pada bayi.


Dan, ternyata ada loh Moms hand sanitizer yang aman untuk bayi, yakni Mama's Choice Hand Gel


Nah, biar enggak makin penasaran, berikut ulasannya😊


Sekilas Tentang Mama's Choice

Mama's Choice merupakan produk perawatan untuk para ibu hamil, menyusui dan bayi. Sejak awal berdirinya telah berkomitmen untuk menyeduakan produk perawatan pilihan yang efektif serta bebas toksin bagi ibu hamil, menyusui dan juga bayi. Semua produk Mama's Choice dipastikan teruji secara dermatologis, telah melalui uji klinis, hipoalergenik serta Halal. Sehingga bersama Mama's Choice, mama bisa #KurangiWorry.


Mama's Choice Hand Gel Aman Untuk Bayi

Moms pastinya bertanya-tanya, apakah benar hand gel dari Mama's Choice ini aman untuk bayi? Tentu saja aman, Moms. Sebab Mama's Choice Mousturizing Hand Gel ini tidak mengandung paraben, bebas alkohol, bahkan parfum yang dapat mengganggu penciuman bayi yang sensitif.


Mama's Choice Baby Moisturizing Hand Gel ini dikemas dalam tabung 60ml, sehingga sangat praktis jika ingin dibawa kemana-mana, dan kita bisa mengoleskan ke telapak tangan anak kapan saja diperlukan, jadi bayi ataupun anak selalu berada  dalam kondisi aman #SeamanPelukanMama 😊.


Review Mama's Choice Han Gel

Dari awal buka tutup Mama's Choice Hand Gel enggak tercium aroma menyengat seperti hand gel lainnya yang pernah Saya coba. Nah, ini tuh memang cocok banget buat bayi maupun anak-anak, sebab Mama's Choice Han Gel ini terbuat dari bahan alami, tidak mengandung alkohol, aman untuk kulit sensitif, Food Grade, melembutkan kulit dan tanpa pewangi buatan.  Selain itu, packagingnya mungil, jadi bisa dimasukin ke dalam tas selempang jika bepergian bareng bayi maupun anak-anak, sebab praktis dan tidak mudah tumpah.


Mama's Choice Hand Gel


Sebelumnya, Saya pun mencoba sendiri, gel-nya enggak lengket ketika di-apply ke telapak tangan, sehingga Saya tidak perlu khawatir mengoleskannya ke telapak tangan anak, sebab mengandung antibakteri untuk perlindungan dari kuman dan bakteri tanpa perlu dibilas. 


Ingredients:

Aqua, Glycerin, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tromethamine, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Centella Asiatica Leaf Extract, Citrus Limonum Leaf Oil, Benzalkonium Chloride, Butylene Glycol, Ascorbic Acid, Citric Acid, Potassium sorbate.


Dan, yang nggak kalah pentingnya, Mama's Choice Hand Gel ini sudah bersertifikat Halal, jadi Saya sebagai muslim tentunya tenang untuk senantiasa mengoleskannya pada bayi dan anak saat diperlukan sewaktu-waktu. 


Soal harga gimana, Moms? Moms cukup merogoh kocek Rp. 39.000 aja, sudah memberikan perlindungan buat anak maupun bayi. Terjangkau banget, kan! 


Hand gel aman dan bebas alkohol


Nah, itulah moms pengalaman Saya. Apapun yang kita berikan tentunya ingin yang terbaik buat bayi maupun anak-anak. Agar mereka terlindungi selalu😊. Buat Moms yang ingin tahu lebih banyak mengenai Mama's Choice dan apa saja produknya, bisa banget cek di akunnya berikut:

Instagram: @mamaschoiceid

Facebook: Mama's Choice Indonesia

Inovasi Terbaru Hansaplast Dilengkapi dengan Bacteria Shield

Tidak ada komentar
Inovasi terbaru dari hansaplast


Halo moms, bagaimana aktivitasnya bersama keluarga di rumah selama pandemi, terutama saat bersama anak-anak, tentunya tetap seru ya? Harus dong. Sebab, melakukan beragam aktivitas eksplorasi, baik itu belajar dan bermain bersama keluarga tercinta tentunya memiliki manfaat yang sangat banyak, terutama bagi tumbuh kembang anak-anak. Sebab dapat mengasah kreativias serta kemampuan motorik pada anak.


Akan tetapi, setiap aktivitas yang dilakukan tentunya punya resikonya masing-masing, seperti yang pernah keponakan Saya alami, saat Asik-asiknya belajar bersepeda eh tiba-tiba jatuh dan telapak tangannya terluka. Nah, kalau sudah seperti ini tentunya butuh perawatan luka yang tepat agar tidak terjadi infeksi makin berlanjut. Soalnya Saya pernah alami - dulu sekali - saat usia masih sekolah dasar dan duduk di kelas satu, pernah belajar bersepeda dengan teman, saat nggak sengaja terjatuh dan lutut terluka ada yang menolong, lutut Saya dioleskan getah pisang dan pedihnya masyaa Allah. Saat Saya meringis katanya enggak apa-apa karena itu obat sedang bekerja. Alhasil, sampai sekarang lutut Saya sesekali kerap terasa nyeri. 


Inovasi baru hansplast terkini


Dari kejadian masa kecil yang Saya alami, Saya belajar banyak hal bahwa jika ada anggota tubuh yang terluka maka lakukanlah perawatan luka dengan cara yang baik dan benar, tidak asal-asalan. Karena, dikhawatirkan akan membahayakan diri jika perawatan yang dilakukan tersebut tidak tepat.


Hansaplast Hadir Dengan Logo dan Kemasan Terbaru

Logo dan kemasan terbaru hansaplast

Ngomongin soal perawatan luka, tentunya kita sudah tak asing dengan Hansaplast. Bahkan, Saya pun stok hansaplast di rumah buat jaga-jaga jika ada yang terluka, tapi bukan buat yang luka hatinya loh 😂. Saat ini hansaplast tidak hanya mengeluarkan kemasan dan logo terbarunya saja, akan tetapi juga telah menghadirkan plester yang dilengkapi dengan Bacteria Shield. Dan, info ini Saya dapatkan saat mengikuti virtual gathering beberapa waktu lalu via zoom dengan tema "Seberapa Penting Proteksi Terhadap Tumbuh Kembang Anak Bersama Hansaplast". Acara tersebut diadakan bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya mengenal jenis luka serta cara penanganannya. Dalam acara tersebut menghadirkan Dokter Spesialis Anak, yakni dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A.


Dalam kesempatannya, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A menyampaikan: "Salah satu langkah optimalisasi stimulasi perkembangan anak yakni kita harus membiarkan anak bergerak bebas dalam eksplorasi lingkungan sekitar. Dan, tugas kita adalah memastikan jika lingkungan si Kecil aman dari segala bahaya."


Paket hansaplast


Nah, inilah peran orangtua untuk mendampingi anak ketika bermain, selain itu dengan bermain bersama anak membuat kedekatan antara orangtua dengan anak makin akrab. 


"Akan tetapi, terkadang kecelakaan kecil tak bisa dihindari, seperti misalnya terjatuh dan anak mengalami luka lecet. Jika hal itu terjadi, maka tugas kita sebagai orang tua adalah memahami serta mengartikulasi perasaan anak, seperti tanya apakah kakinya sakit dan kita menawarkan untuk membantu mengobati luka anak supaya cepat sembuh. Dengan kita memahami anak, tentunya anak akan merasa lebih aman dan lebih berani mengeksplor lingkungannya kembali." Lanjutnya. 


Untuk hal perawatan luka, dr. Mesty menuturkan jika masih banyak beredar mitos keliru yang menyebar di masyarakat kita, misalnya mitos mengenai luka yang dibiarkan terbuka dan kering akan cepat sembuh. Padahal, luka yang dibiarkan terbuka sering kali dapat memperbesar resiko terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Untuk itulah penting sekali kita menjaga kebersihan serta kelembaban daerah luka, dengan cara membersihkan luka tersebut dan membalutnya supaya proses penyembuhan luka lebih cepat.


Sebagai pelopor Plester perawatan luka, Hansaplast mempersembahkan generasi terbaru Plester di Indonesia, hal ini dilakukan sebagai bentuk lebih lanjut komitmen pada perlindungan dan perawatan luka, yaitu Hansaplast Plester dengan Bacteria Shield.


Hansaplast terbaru


Mengapa Memilih Hansaplast? 

Kalau ditanya, mengapa Saya memilih hansaplast? Tentu saja karena hansaplast ini menjadi produk andalan keluarga ketika mengalami luka, yang terdiri dari Hansaplast Spray Antiseptik, Hansaplast Salep Luka dan Plester yang saat ini plester hansaplast hadir dengan inovasi barunya (dengan Bacteria Shield yang telah teruji secara klinis yang dapat melindungi luka dari kotoran serta bakteri penyebab infeksi). Selain itu, juga praktis jika mau dibawa kemana saja. Sehingga sedia terus hansaplast di rumah.


Nah, itulah info yang bisa Saya sampaikan kali ini, semoga bermanfaat! 

Penyebab Bayi Menggigit Mainan dan Cara Mengatasinya

Tidak ada komentar
Penyebab bayi menggigit mainan
Image: pixabay


"Sayang, mainannya jangan digigit. Kotor, Nak!"


"Ya ampun, udah dibilangin mainannya jangan dimasukin ke mulut!"


Halo Moms, pernahkah melihat bayi menggigit mainannya? Pastinya pernah ya. Bahkan enggak hanya sekali dua kali kita melihat kejadian tersebut. Hal ini kerap terjadi saat bayi mengalami fase tumbuh gigi, sehingga anak lebih suka menggigit mainannya.


Perlu diketahui ya, Moms, jika sebenarnya menggigit mainan tidak berbahaya bagi anak. Tapi, Moms juga perlu memerhatikan jenis mainan yang diberikan kepada anak, apakah terbuat dari bahan berbahaya atau tidak. Selain itu, tetap awasi anak ketika ia menggigit mainannya tersebut dan usahakan bukan mainan yang berukuran sangat kecil, sebab dikhawatirkan akan tertelan oleh anak ketiga ia menggigitnya.


Dilansir dari Healthline jika kebiasaan menggigit yang dilakukan oleh anak biasanya sifatnya sementara sehingga ketika anak telah bertambah usia maka kebiasaan tersebut pun bisa hilang, tentunya dengan mengajak anak berkomunikasi dan mengarahkannya dengan baik. 


Cara Atasi Kebiasaan Menggigit Mainan Pada Anak

Kebiasaan menggigit mainan yang dilakukan oleh anak biasanya terjadi karena anak sedang belajar mengelola gerak sensoriknya, dan bahkan ketika merasa bosan. Namun, kebiasaan ini tentunya bisa diatasi dengan beberapa cara berikut, yakni:

  • Memberikan Teether

Pemberian teether untuk bayi yang sedang tumbuh gigi sering dilakukan oleh orangtua, itu karena relatif aman jika masuk ke dalam mulut anak. Namun, kita juga mesti memerhatikan kondisi teether yang diberikan pada anak, jangan sampai tumbuh jamur pada mainan tersebut. 

  • Berikan Camilan Sehat

Memberikan camilan pada anak menjadi salah satu alternatif supaya anak tidak menggigit mainannya, tentu saja mom bisa dengan memberikan camilan dengan tekstur sedikit keras seperti misalnya cookies, ada beragam jenis cookies yang bisa Moms buat untuk buah hati tercinta dan tentu saja camilan yang mengandung protein baik untuk tumbuh kembang si kecil.


Beri cookies agar bayi tidak menggigit mainan
Image: pixabay


Nah, itulah Moms penyebab mengapa bayi menggigit mainannya dan cara mengatasinya. Tentu saja masing-masing Moms memiliki cara tersendiri untuk mengatasi kebiasaan anak menggigit mainannya, boleh banget sharing di kolom komen untuk saling memberi masukan dan semoga bermanfaat buat Saya juga pembaca lainnya.

Tips Menyiapkan Generasi Sehat dan Cerdas

3 komentar
1000 HPK yang perlu diperhatikan


Halo Moms, pastinya sudah nggak asing lagi ya dengan 1000 hari pertama kehidupan? Tapi, Moms sudah benar-benar paham belum tentang pentingnya menyiapkan generasi sehat di 1000 hari pertama? Dan tahap apa saja yang bisa dilakukan dalam menyiapkan 1000 hari pertama tersebut? Yuk Moms, kita pahami bersama😊.


Pemenuhan asupan gizi seimbang bahkan memberikan simulasi sesuai tahapan tumbuh kembang janin itu penting, dan sudah bisa dimulai sejak masa kehamilan, pada masa itulah disebut periode emas. 1000 hari pertama kehidupan atau disingkat dengan 1000HPK terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan sang buah hati, dan gizi seimbangnya mesti terpenuhi, sebab akan memberi pengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatannya hingga dewasa nanti.

Penuhi gizi anak pada 1000 HPK


Pada masa kehamilan, penting buat kita untuk mengkonsumsi makanan sehat, dan ada lima kelompok makanan sehat yang perlu dipenuhi asupannya, diantaranya buah-buahan, sayuran, daging, susu dan biji-bijian. Makan makanan yang baik dan sehat, menciptakan situasi yang baik pula, serta menjaga buah hati agar tetap berada di lingkungan yang baik tentunya menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam 1000 hari pertama kehidupan sang anak. Sebab inilah yang merupakan awal tumbuh kembang anak yang kemudian akan memberi dampak terhadap kecerdasan dan kesehatan anak.


1000 HPK penting dipersiapkan


Momen Penting 1000 Hari Pertama Kehidupan

Masa 1000 hari pertama kehidupan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (sebagaimana yang Saya kutip dari majalah ayahbunda tahun 2020), diantaranya:

  • Saat Hamil

Penting buat ibu untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang, seperti karbohidrat, lemak, protein, dan juga serat.


  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Setelah bayi lahir, segeralah letakkan bayi pada payudara ibu agar si bayi menyusu untuk merangsang payudara menghasilkan ASI dan bayi mendapatkan kolostrum.


  • ASI Ekslusif

Berikan ASI saja pada bayi hingga usia 6 bulan, pada usia bayi 6 bulan hingga 1 tahun beri ASI + MPASI dan tetap berikan ASI hingga usianya sampai 2 tahun.


  • MPASI

Penuhi kebutuhan gizi anak seperti karbohidrat, protein, dan lemak untuk pertumbuhan tubuh serta otak si kecil. Dan, pada usia 1 tahun sudah bisa nemberikan menu keluarga buat si bayi.


  • Imunisasi

Imunisasi ini wajib diberikan pada si kecil sesuai jadwalnya, ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit berbahaya.


  • Penuhi Kebutuhan Kasih Sayang

Ini juga perlu dipenuhi agar si kecil merasa dilindungi, diperhatikan, nyaman, dan juga aman. Moms juga bisa memberikan mainan yang dapat merangsang semua indera, gerak halus dan kasar, kemandirian, emosional hingga kreatifitas anak.


1000 HPK


Nah, itulah beberapa ulasan mengenai pentingnya 1000 HPK dan yang bisa dilakukan dalam mempersiapkan bayi yang cerdas dan juga sehat. Semoga bermanfaat!


Noted: Image by pixabay

Pentingnya Ajari Anak Keterampilan Untuk Membangun Kemandiriannya

21 komentar
Ajarkan keterampilan pada anak agar mandiri


"Kakak udah pinter banget bungkus kadonya!"


"Bunganya mekar semua, karena kakak rajin menyiram tanaman"


Halo Moms, sudah memberi pujian apa pada buah hatinya yang sedang berproses belajar melakukan sesuatu? Meski hanya pujian kecila, namun jika anak mendengar kita mengucapkannya, tentu saja akan menjadi penghargaan bagi sang anak, dan akan merasa bahagia karena hasil kerjanya dinilai bagus. Namun, meskipun suatu ketika yang dikerjakan anak belum sesuai harapan, bukan berarti serta merta kita mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Sebab, itu bisa saja menjatuhkan rasa percaya dirinya. 


Selain pujian, kita juga perlu membangun kemandirian anak, misalnya dengan mengajak anak melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti mengasah keterampilan anak. Agar saat tumbuh dewasa, anak-anak menjadi mandiri dan lebih percaya diri.


Keterampilan Untuk Membangun Kemandirian Anak

Ada beberapa kegiatan yang setidaknya bisa mengajarkan anak untuk mandiri, diantaranya:

  • Membungkus Kado/ Hadiah

Membungkus kado ajarkan anak keterampilan


Meskipun membungkus kado terkesan sederhana, tapi jika anak diajarkan untuk membungkus kado sendiri, tentunya anak akan merasa bahagia. Untuk anak prasekolah tentunya bisa diminta membantu memotong kertas, menempelkan selotip. Sedangkan untuk anak usia TK sudah bisa diajarkan membungkus kado sendiri.


  • Bercocok Tanam.


Pentingnya ajarkan keterampilan pada anak


Kegiatan bercocok tanam juga tak kalah menarik, sebab sekaligus dapat mengajarkan anak bagaimana proses menanam bibit yang benar. Misalnya dengan meminta anak menggali lubang di tanah, kemudian memandunya untuk menanam bibit ataupun mengeluarkan kecambah dari pot dan memasukkan kecambah ke dalam lubang yang telah digali. Lalu pinta anak mendorong tanah di sekitar kecambah dengan perlahan serta ajarkan pula cara menyiram tanaman dengan baik dan air yang cukup. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan anak cara bercocok tanam, namun juga dapat mengajarkan anak untuk mencintai tanaman. 


  • Ajarkan Mencuci Pakaian.

Mengapa penting mengajarkan anak mencuci pakaian? Tentunya agar setelah dewasa, anak-anak bisa lebih mandiri dalam menjaga kebersihan pakaian dan tubuhnya. Moms bisa mengajarkan anak mencuci pakaian saat anak berusia 6-7 tahunan, semisal mengukur air dan deterjen yang dibutuhkan untuk mencuci sejumah pakaian kotornya, hingga ke proses bagaimana cara mencuci dan hingga pakaian dilipat rapi ke dalam lemari.


  • Menyiapkan Makan

Kegiatan menyiapkan makan yang dimulai dari membantu membuat makanan hingga menyiapkannya, tentunya juga dapat mengajarkan kemandirian pada anak. Bisa dengan minta anak untuk memasukkan potongan buah ke dalam wadah, mencuci sayur (dengan diajarkan terlebih dulu), bahkan bisa ajak anak membuat kue bersama. Namun, tetap perhatikan keselamatan anak ya Moms.


  • Membaca Peta dan Rambu Lalu Lintas.

Saat bepergian menggunakan kendaraan, ketika Ayah mengemudi, maka Moms bisa sembari ajarkan mengenali rambu lalu lintas pada anak, serta ajarkan cara membaca peta. Setelah beberapa kali diajarkan, sesekali mintalah anak untuk menyebutkan tanda rambu yang terdapat pada sisi jalan yang dilewati. Atau bisa juga ajak anak melakukan kegiatan pencarian harta karun, dimana sang anak sebagai pemandu wisatanya. 


  • Berbelanja.

Dalam belanja, Moms bisa juga ajak anak untuk turut serta, dimulai dengan membuat list belanjaan, memeriksa kebutuhan yang sudah habis misalnya susu anak dan camilannya. Ajak anak berdiskusi saat berbelanja, agar anak terlatih menjadi konsumen yang cerdas, yakni mendahulukan membeli kebutuhan daripada keinginan, serta kegiatan ini bisa melatih kemampuan berhitung anak. Pandu anak ke kasir dan berikan uang pada anak agar anak membayar pada kasir.


  • Membersihkan Kamar dan Merapikan Mainan

Kegiatan bersih-bersih kamar juga dapat melatih kemandirian anak, selain itu melatih anak merapikan mainannya dapat membuat anak menjadi pribadi yang bertanggungjawab.


Itulah Moms beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak untuk mengasah keterampilan demi membangun kemandiriannya. Semoga bermanfaat!

6 Cara Mendidik Anak Sejak Usia Dini

30 komentar

Halo Moms, bagaimana perkembangan tumbuh kembang anaknya hari ini? Mulai dari usia 4 sampai dengan 5 tahun, anak sedang aktif-aktifnya untuk mengeksplorasi dan belajar banyak hal dari lingkungan di sekitarnya. Pada tahap ini juga anak biasanya sering kali membuat orang tua stres. Daripada stres menghadapi perilaku anak, sebaliknya sebagai orangtua, Moms harus memanfaatkannya untuk mengajarkan si Kecil banyak hal demi kemajuan tumbuh kembang anak. 

Terdapat 6 cara yang bisa Moms semua terapkan untuk mendidik si Kecil, antara lain: 

Memberikan Kasih Sayang yang Cukup

Tidak bisa dipungkiri, anak akan lebih mudah menyerap pelajaran apabila diberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua. Namun sebaliknya, jika anak dididik dengan otoriter justru dapat membuat anak menjadi pembangkang dan sulit untuk diajarkan. 


Mengajak Anak Belajar Sambil Bermain


Belajar sambil bermain diyakini dapat membuat anak dapat dengan mudah menyerap apa yang diajarkan. Moms dapat melibatkan anak untuk ikut bermain dalam permainan edukatif, seperti melakukan eksperimen menyenangkan.


Memberikan Pujian

Tidak ada salahnya untuk memberikan pujian kepada anak apabila mereka melakukan sesuatu yang baik atau mereka meraih prestasi. Justru hal ini dapat memberikan motivasi agar anak-anak tetap berusaha yang terbaik. 


Memberikan Pemahaman Agama 


Agama dapat membimbing anak dan membentengi moral mereka ketika bergaul dengan masyarakat. Peran orang tua adalah mengenalkan dan memberikan pemahaman tentang agama kepada anak sejak usia dini. Selain itu, agama juga mengajarkan sikap dan saling tolong menolong terhadap sesama. 


Menggunakan Kata-Kata yang Baik dan Lembut

Perasaan anak sangat sensitif, sehingga jangan sampai kata-kata yang dikeluarkan oleh orangtua menyakiti dan membuat anak trauma. Hal ini akan membuat mereka menjaga jarak dengan orang tua bahkan hingga dewasa. Oleh karena itu, dalam berbicara kepada anak, terutama ketika sedang mengajarkan sesuatu, gunakanlah kata-kata yang baik dan lembut. Misalnya saja ketika anak tidak mau makan, maka bisa menggunakan kata-kata “Yuk, makan yuk, nanti nasinya nangis, lho!"


Memberikan Support

Dengan memberikan support ketika anak dalam tahap belajar, maka mereka akan merasa diperhatikan dan dianggap. Berikan support kepada setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh anak. 

Nah, itulah enam cara yang dapat Moms praktikkan sebagai orang tua dalam mendidik si Kecil sejak usia dini. Diharapkan dengan adanya cara-cara ini akan membantu tumbuh kembang anak menjadi optimal.

*NB: image by Pixabay
ke atas