Langsung ke konten utama

Pentingnya Membangun Bonding antara Ibu dan Anak


Halo, Moms. Bagaimana hubungan Moms dengan anak-anaknya? Semoga selalu baik-baik saja ya. By the way, diantara Moms pastinya sudah tahu ya betapa pentingnya membangun bonding antara Moms dengan buah hatinya? Nah, buat yang belum tahu apa itu bonding dan bagaimana cara membangun bonding tersebut, Moms bisa baca ulasan Saya. 

Bonding atau ikatan antara ibu dan anak sebenarnya sudah terjadi sejak anak masih di dalam kandungan. Ikatan ini kemudian semakin kuat ketika si kecil terlahir ke dunia. Namun, dalam perjalanannya terkadang terjadi pergesekan dalam hubungan antara ibu dan anak ketika beranjak dewasa. Lalu, bagaimana sejatinya membangun bonding antara ibu dan anak yang tetap kuat hingga si anak tumbuh dewasa? Simak tipsnya berikut: 

Tips Membangun Bonding antara Ibu dan Anak

Meskipun terbilang sepele, namun bila Moms menerapkan langkah-langkah berikut, tentunya sedari dini ikatan antara ibu dan anak dapat terjaga dengan kuat hingga anak-anak dewasa, antara lain: 
  • Dimulai Sejak si Kecil Dalam Kandungan.
Meskipun ikatan antara ibu dan anak telah terjadi secara alami, namun tetap harus dijalin dengan aktivitas bersama. Misalnya saja, ibu mengajak bicara calon bayi sambil mengelus perut, mendengarkan musik yang indah, lantunan Al-Quran (bagi muslim) dan membacakan cerita. 


  • Ketika Menyusui. 
Anak akan merasa sangat dekat, disayang dan terlindungi ketika kulitnya bersentuhan secara langsung dengan ibu selama proses menyusui. Ibu bisa sambil mengusap perlahan kepala anak atau mengelus kulitnya. Akan tetapi jangan lupa untuk memperhatikan anak selama kegiatan menyusui berlangsung, sehingga ibu bisa tahu kapan anak meminta waktu jeda atau ketika posisi menyusui tidak nyaman untuk anak.

  • Memperhatikan Respon si Kecil 
Ketika belum pandai berbicara, anak akan menangis, bergumam atau tertawa untuk berkomunikasi dengan ibu. Selalu perhatikan respon anak ketika berada di setiap situasi sehingga ibu dapat mengetahui apa yang diinginkan anak. Dengan begini anak akan merasa diberikan perhatian penuh. 

  • Jadilah Sahabat Anak
Libatkan anak untuk melakukan berbagai kegiatan menyenangkan bersama, seperti membaca buku, mendengarkan musik dan bermain. Jadilah pendengar yang baik ketika anak menceritakan keluh kesahnya, tentu saja dengan tidak langsung memberikannya nasihat yang akan membuat anak merasa seperti diatur-atur dan serba salah. Sebaliknya, ibu dapat memberikan solusi atau pemahaman tentang apa yang anak alami. Hal ini akan membuat anak percaya pada ibu sebagai sahabat untuk tempat berbagi cerita. 


  • Memperbaiki Hubungan yang Sempat Rusak 
Meskipun ibu sebagai orang tua, namun bukan berarti selalu benar. Kadang kala ada sikap dan perkataan ibu yang menyakiti anak, begitu pun sebaliknya. Segera perbaiki hubungan dengan saling meminta maaf. Sebab, jika hanya berdiam diri saja dan menunggu salah satu pihak untuk meminta maaf, maka tidak akan memperbaiki keadaan. 

Nah, Itulah Moms beberapa tips untuk membangun bonding antara ibu dan anak. Yuk, jadi ibu dan orang tua yang lebih bijak, sehingga ikatan antara ibu dan anak tetap kuat dan terjaga meskipun anak telah beranjak dewasa.

Sumber image: canva

Komentar

LinRaNa Mom mengatakan…
Iya, tunjukkan juga kalau kita tidak gengsi untuk minta maaf kalo salah.
Jadi anak pun bisa mencontoh ya mom, kalo salah tanpa gengsi minta maaf, gak hanya ke orangtuanya aja, ke temen-temennya juga
Semoga bonding kita dengan anak terus terbangun ya kak. Agar kita bisa jadi orang tua yang dirindukan anak kelaknya dan anak pun jadi terbuka sama kita karena kita membuatnya nyaman di dekatnya
Dian Restu Agustina mengatakan…
Aku ada di fase menjadi sahabat anak saat ini karena mereka sudah di usia remaja dan pra remaja
memang bonding dengan anak mesti dipupuk hingga akan menguat nanti
Mutia Ramadhani mengatakan…
Bonding ibu anak bukan hanya waktu kecil saja, bahkan sampai dewasa pun tetap diperlukan. Anak yg dekat dengan ibunya, terlebih anak laki-laki akan tumbuh sebagai sosok penyayang, penuh empati dan simpati, tidak gampang marah, dan tentunya mandiri karena bisa ketularan ibunya pintar masak, pintar nyeterika baju, pintar bersih-bersih. Hihihi.
kartika mengatakan…
Punya anak memang butuh komitmen jangka panjang ya. Kasihan kalau sampai kekurangan bonding dengan orang tua. Tfs mbak, bisa jadi pelajaran buat aku kelak
Nona Septiana mengatakan…
Bonding dengan anak penting banget ya Mom. Sebagai working mom, bonding time dengan anak selalu aku sediakan waktu khusus. Krn bonding ini mnrtku akan membangun kedekatan kita dengan anak anak sampai kelak nanti.
blogger parenting mengatakan…
Jadi sahabat anak yang saya suka mba Va. Kadang di saat tertentu saya beneran ikut main sama anak.. mereka menikmati saat-saat kami "seumuran".
Bambang Irwanto mengatakan…
Nah, poin 5 itu saya rasakan juga, Mbak.
Saat saya mulai remaja sampai dewasa, pastinya selalu ada perbedaan antara saya dan ibu saya. Soalnya itu, tadi. orang tua kan tidak selamanya benar. Tapi pas dijelasin, orang tua menganggap kita sok tahu hehehe. Jadi kuncinya saling memahami saja.
donasaurus mengatakan…
mak jleb ulasanya, emang kadang sebagai perempuan punya anak itu seperti udah kewajiban aja. Saat anak mulai beranjak dewasa dan sudah tidak tergantung sepenuhnya pada kita kita lupa mempersiapkan diri untuk menbangun hubungan dengan anak sehingga bisa menjadi teman curhatnya.
Faisol abrori mengatakan…
Kalo hubungan antar ibu dan anak berjalan beriringan dengan baik, maka semakin erat juga chemistry keduanya. Jadi makin solid.
Susi Susindra mengatakan…
Membangun bonding itu tugas seumur hidup. Agak mudah terkoyak ketika anak sudah besar dan lingkungan sangat berperan. Saat anak silau dengan lingkungan yang memukau.

Terima kasih sudah diingatkan kembali...
Rhoshandhayani KT mengatakan…
Nah ibuku nih jadi sahabat aku
enak kalau mau cerita apa aja ke Ibu
Ibu juga bisa diajak main dan travelling kemana aja, hoho
pokoknya asik dah kalau main dan curhat sama Ibu
Sapti nurul hidayati mengatakan…
Kedekatan ibu dengan anak juga membuat si anak terbuka jika mengalami konflik atau masalah dalam perjalanan hidupnya
Qoty Intan Zulnida mengatakan…
Poin yang terakhir nih yang kadangkala sulit untuk dilakukan. Nyesek kalo ingat kita yang banyak salahnya ke anak. Apalagi kayak saya yang anaknya jaraknya berdekatan, rawan banget menyakiti salah satu. Hiks sedih deh
Annisa mengatakan…
Bangun bonding itu penting banget ya mbak. Pasti PR besar buat orang tua karena banyak sekali tantangan pendidikan anak gen-Z ini. Jadi bonding adalah awal suoaya orang tua bisa tetap keep in touch sama anak sampai dewasa sekalipun
Salman Faris mengatakan…
Kalau bonding anak sama bapaknya musti gimana Mbak?

Postingan populer dari blog ini

6 Cara Mendidik Anak Sejak Usia Dini

Halo Moms, bagaimana perkembangan tumbuh kembang anaknya hari ini? Mulai dari usia 4 sampai dengan 5 tahun, anak sedang aktif-aktifnya untuk mengeksplorasi dan belajar banyak hal dari lingkungan di sekitarnya. Pada tahap ini juga anak biasanya sering kali membuat orang tua stres. Daripada stres menghadapi perilaku anak, sebaliknya sebagai orangtua, Moms harus memanfaatkannya untuk mengajarkan si Kecil banyak hal demi kemajuan tumbuh kembang anak. 

Terdapat 6 cara yang bisa Moms semua terapkan untuk mendidik si Kecil, antara lain: 
Memberikan Kasih Sayang yang CukupTidak bisa dipungkiri, anak akan lebih mudah menyerap pelajaran apabila diberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari orang tua. Namun sebaliknya, jika anak dididik dengan otoriter justru dapat membuat anak menjadi pembangkang dan sulit untuk diajarkan. 


Mengajak Anak Belajar Sambil Bermain
Belajar sambil bermain diyakini dapat membuat anak dapat dengan mudah menyerap apa yang diajarkan. Moms dapat melibatkan anak untuk…